Ruang Dakwah Lalu Ikhwanuddin
💬 Konsultasi Syariah

Hukum Khitan Bagi Perempuan

 Dalam tradisi fiqih madzhab Syafi'i—khitan dihukumi wajib bagi laki-laki maupun perempuan. Namun, mayoritas ulama madzhab lainnya memandangnya sebagai kesunnahan (mandub) atau bentuk pemuliaan (makrumah). Penting ditegaskan bahwa khitan perempuan menurut syariat Islam sangat berbeda dengan praktik Female Genital Mutilation (FGM), melainkan tindakan minimalis yang aman dan tidak membahayakan.



Berikut adalah uraian dalil serta pandangan para ulama dari kitab-kitab rujukan mu'tabar:

REFERENSI KITAB RUJUKAN

•

فتح القريب المجيب على الترغيب والترهيب — حسن بن علي الفيومي

Halaman 5109

والأكثرون على التخفيف وإرادة الآلة (^١) أ. هـ قاله الكرماني (^٢). وعن أبي هريرة قال: قال رسول الله - ﷺ -: "اختتن إبراهيم النبي - ﷺ - وهو ابن ثمانين سنة بالقدوم" متفق عليه (^٣)، القدوم مخفف الدال قيل أنه اسم موضعين أحدهما جبل بالحجاز قرب المدينة وبه اختتن إبراهيم - ﵇ -، والثاني: قرية عند حلب، وقيل: هو بمجلس إبراهيم - ﵇ - بحلب، وقيل: القدوم آلة النجار وهي أيضًا مخففة (^٤)، وفي الحديث "الفطرة خمس: الختان" (^٥) فالختان فرض لأنه شعار الدين كالكلمة وبه يتميز المسلم من الكافر، ولولا [أنه فرض] لم يجز كشف العورة ولا النظر إليها والأربعة الباقون المذكورة في الحديث ستة، فإن قلت: فما أوجه الجمع بينهما؟ قلت: لا يمتنع قران الواجب مع غيره كقوله تعالى: ﴿كُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ﴾ (^٦) (^٧)، قال النووي: الختان واجب عند الشافعي وكثيرين من العُلماء وسنة عند مالك وأكثر العُلماء، وهو عند الشافعي واجب للرجال والنساء معا ثم الواجب في الرجل أن يقطع جميع الجلدة التي

Terjemahan dan Penjelasan: Syekh Hasan bin Ali Al-Fayyumi menjelaskan pokok perbedaan pendapat para ulama seputar hukum khitan:

1.     Pandangan Madzhab Syafi'i: Mengutip ketetapan Imam An-Nawawi, khitan merupakan kewajiban (wajib) baik bagi laki-laki maupun perempuan (wājibun lir-rijāl wan-nisā' ma'an). Khitan adalah bagian dari syiar agama dan pembeda keislaman.

2.     Pandangan Madzhab Maliki dan Jumhur Ulama: Menurut Imam Malik dan mayoritas ulama, khitan dihukumi sunnah. Adanya penyebutan khitan bersamaan dengan perkara-perkara sunnah lainnya dalam hadits fitrah menunjukkan kedudukannya sebagai sunnah yang sangat dianjurkan.

 

•

الموسوعة الفقهية الكويتية — مجموعة من المؤلفين

Halaman 3732

﵁ قَال: رَأَيْتُ رَسُول اللَّهِ ﷺ جَالِسًا مُقْعِيًا يَأْكُل تَمْرًا. (١) أَقْلَفُ التَّعْرِيفُ: ١ - الأَْقْلَفُ: هُوَ الَّذِي لَمْ يُخْتَنْ، (٢) وَالْمَرْأَةُ قَلْفَاءُ، وَالْفُقَهَاءُ يَخُصُّونَ أَحْكَامَ الأَْقْلَفِ بِالرَّجُل دُونَ الْمَرْأَةِ. وَيُقَابِل الأَْقْلَفَ فِي الْمَعْنَى - الْمَخْتُونُ. وَإِزَالَةُ الْقُلْفَةِ مِنَ الأَْقْلَفِ تُسَمَّى خِتَانًا فِي الرَّجُل، وَخَفْضًا فِي الْمَرْأَةِ. حُكْمُهُ التَّكْلِيفِيُّ: ٢ - اتَّفَقَ الْفُقَهَاءُ عَلَى أَنَّ إِزَالَةَ الْقُلْفَةِ مِنَ الأَْقْلَفِ مِنْ سُنَنِ الْفِطْرَةِ، لِتَضَافُرِ الأَْحَادِيثِ عَلَى ذَلِكَ، وَمِنْهَا قَوْلُهُ ﷺ: الْفِطْرَةُ خَمْسٌ: الْخِتَانُ، وَالاِسْتِحْدَادُ، وَقَصُّ الشَّارِبِ، وَتَقْلِيمُ الأَْظَافِرِ، وَنَتْفُ الإِْبْطِ. (٣) كَمَا سَيَأْتِي تَفْصِيل ذَلِكَ فِي (خِتَان) . وَذَهَبَ الشَّافِعِيَّةُ وَأَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ إِلَى أَنَّ الْخِتَانَ

Terjemahan dan Penjelasan: Kitab Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah menjelaskan terminologi dan hukum pensyariatan khitan:

1.     Definisi Khitan dan Khifadh: Pemotongan kulit penutup (qulfah) pada laki-laki dinamakan khitān, sedangkan pada perempuan secara khusus dinamakan khafdh.

2.     Sunanul Fitrah: Para fuqaha sepakat bahwa khitan pada dasarnya bersumber dari sunnah fitrah para Nabi. Kalangan Syafi'iyyah dan riwayat dari Imam Ahmad bin Hanbal menetapkan kewajiban khitan bagi muslim dan muslimah sebagai bentuk pembersihan fisik dan rohani.

 

•

صحيح البخاري - ت البغا — البخاري

Halaman 8915

٥٥٥٢ - حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ: حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ: حَدَّثَنَا ابْنُ شِهَابٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ﵁: سَمِعْتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ: (الْفِطْرَةُ خَمْسٌ: الْخِتَانُ، وَالِاسْتِحْدَادُ، وَقَصُّ الشَّارِبِ، وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ، وَنَتْفُ الْآبَاطِ). [ر: ٥٥٥٠]

Terjemahan dan Penjelasan: Dari Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Perkara fitrah itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak." (HR. Al-Bukhari). Hadits ini menjadi landasan universal syariat tentang kebersihan dan kesucian tubuh yang mencakup laki-laki dan perempuan.

 

KESIMPULAN AKHIR

Berdasarkan tinjauan fiqih empat madzhab dan kaidah Ahlussunnah wal Jama'ah, rangkuman hukum adalah sebagai berikut:

1.     Perbedaan Pendapat 4 Madzhab:

o   Madzhab Syafi'i: Wajib bagi laki-laki dan perempuan.

o   Madzhab Maliki: Sunnah (mandub) bagi perempuan.

o   Madzhab Hanafi & Hanbali: Sunnah bagi laki-laki, dan sebuah bentuk kemuliaan/penghormatan (makrumah) bagi perempuan.

2.     Bukan Praktik Mutilasi (Bukan FGM): Khitan perempuan dalam Islam (khifādh) secara teknis fiqih hanyalah memotong sedikit bagian kulit yang menutupi bagian atas klitoris (adna juz'in min al-jildah allati fi a'la al-farj), bukan memotong organ intim secara berlebihan atau merusaknya.

3.     Kaidah Medis & Keamanan: Pelaksanaan khitan perempuan wajib mengedepankan prinsip keselamatan (lā dharara wa lā dhirār), dilakukan secara steril dan higienis oleh tenaga medis profesional yang memahami anatomi kewanitaan, serta tidak boleh menimbulkan trauma fisik maupun psikologis bagi anak.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Selamat Datang