Dalam tradisi fiqih madzhab Syafi'i—khitan dihukumi wajib bagi laki-laki maupun perempuan. Namun, mayoritas ulama madzhab lainnya memandangnya sebagai kesunnahan (mandub) atau bentuk pemuliaan (makrumah). Penting ditegaskan bahwa khitan perempuan menurut syariat Islam sangat berbeda dengan praktik Female Genital Mutilation (FGM), melainkan tindakan minimalis yang aman dan tidak membahayakan.
Berikut adalah uraian dalil serta pandangan para ulama dari kitab-kitab rujukan mu'tabar:
REFERENSI KITAB
RUJUKAN
•
فتح
القريب المجيب على الترغيب والترهيب — حسن بن علي الفيومي
Halaman 5109
والأكثرون على التخفيف وإرادة الآلة (^١) أ. هـ قاله الكرماني
(^٢). وعن أبي هريرة قال: قال رسول الله - ﷺ -: "اختتن إبراهيم النبي - ﷺ -
وهو ابن ثمانين سنة بالقدوم" متفق عليه (^٣)، القدوم مخفف الدال قيل أنه اسم
موضعين أحدهما جبل بالحجاز قرب المدينة وبه اختتن إبراهيم - ﵇ -، والثاني: قرية عند
حلب، وقيل: هو بمجلس إبراهيم - ﵇ - بحلب، وقيل: القدوم آلة النجار وهي أيضًا مخففة
(^٤)، وفي الحديث "الفطرة خمس: الختان" (^٥) فالختان فرض لأنه شعار الدين
كالكلمة وبه يتميز المسلم من الكافر، ولولا [أنه فرض] لم يجز كشف العورة ولا النظر
إليها والأربعة الباقون المذكورة في الحديث ستة، فإن قلت: فما أوجه الجمع بينهما؟
قلت: لا يمتنع قران الواجب مع غيره كقوله تعالى: ﴿كُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ إِذَا
أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ﴾ (^٦) (^٧)، قال النووي: الختان واجب
عند الشافعي وكثيرين من العُلماء وسنة عند مالك وأكثر العُلماء، وهو عند الشافعي
واجب للرجال والنساء معا ثم الواجب في الرجل أن يقطع جميع الجلدة التي
Terjemahan dan Penjelasan: Syekh
Hasan bin Ali Al-Fayyumi menjelaskan pokok perbedaan pendapat para ulama
seputar hukum khitan:
1. Pandangan Madzhab
Syafi'i: Mengutip ketetapan
Imam An-Nawawi, khitan merupakan kewajiban (wajib)
baik bagi laki-laki maupun perempuan (wājibun
lir-rijāl wan-nisā' ma'an). Khitan adalah bagian dari syiar agama
dan pembeda keislaman.
2. Pandangan Madzhab
Maliki dan Jumhur Ulama: Menurut Imam Malik dan mayoritas ulama, khitan dihukumi sunnah.
Adanya penyebutan khitan bersamaan dengan perkara-perkara sunnah lainnya dalam
hadits fitrah
menunjukkan kedudukannya sebagai sunnah yang sangat dianjurkan.
•
الموسوعة
الفقهية الكويتية — مجموعة من المؤلفين
Halaman 3732
﵁ قَال: رَأَيْتُ رَسُول اللَّهِ ﷺ جَالِسًا مُقْعِيًا
يَأْكُل تَمْرًا. (١) أَقْلَفُ التَّعْرِيفُ: ١ - الأَْقْلَفُ: هُوَ الَّذِي لَمْ يُخْتَنْ،
(٢) وَالْمَرْأَةُ قَلْفَاءُ، وَالْفُقَهَاءُ يَخُصُّونَ أَحْكَامَ الأَْقْلَفِ بِالرَّجُل
دُونَ الْمَرْأَةِ. وَيُقَابِل الأَْقْلَفَ فِي الْمَعْنَى - الْمَخْتُونُ. وَإِزَالَةُ
الْقُلْفَةِ مِنَ الأَْقْلَفِ تُسَمَّى خِتَانًا فِي الرَّجُل، وَخَفْضًا فِي الْمَرْأَةِ.
حُكْمُهُ التَّكْلِيفِيُّ: ٢ - اتَّفَقَ الْفُقَهَاءُ عَلَى أَنَّ إِزَالَةَ الْقُلْفَةِ
مِنَ الأَْقْلَفِ مِنْ سُنَنِ الْفِطْرَةِ، لِتَضَافُرِ الأَْحَادِيثِ عَلَى
ذَلِكَ، وَمِنْهَا قَوْلُهُ ﷺ: الْفِطْرَةُ خَمْسٌ: الْخِتَانُ،
وَالاِسْتِحْدَادُ، وَقَصُّ الشَّارِبِ، وَتَقْلِيمُ الأَْظَافِرِ، وَنَتْفُ
الإِْبْطِ. (٣) كَمَا سَيَأْتِي تَفْصِيل ذَلِكَ فِي (خِتَان) . وَذَهَبَ
الشَّافِعِيَّةُ وَأَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ إِلَى أَنَّ الْخِتَانَ
Terjemahan dan Penjelasan: Kitab
Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyyah
Al-Kuwaitiyyah menjelaskan terminologi dan hukum pensyariatan
khitan:
1. Definisi Khitan dan
Khifadh: Pemotongan kulit
penutup (qulfah)
pada laki-laki dinamakan khitān,
sedangkan pada perempuan secara khusus dinamakan khafdh.
2. Sunanul Fitrah: Para fuqaha sepakat bahwa khitan pada
dasarnya bersumber dari sunnah fitrah para Nabi. Kalangan Syafi'iyyah dan
riwayat dari Imam Ahmad bin Hanbal menetapkan kewajiban khitan bagi muslim dan
muslimah sebagai bentuk pembersihan fisik dan rohani.
•
صحيح
البخاري - ت البغا — البخاري
Halaman 8915
٥٥٥٢ - حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ:
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ: حَدَّثَنَا ابْنُ شِهَابٍ، عَنْ سَعِيدِ
بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ﵁: سَمِعْتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ: (الْفِطْرَةُ
خَمْسٌ: الْخِتَانُ، وَالِاسْتِحْدَادُ، وَقَصُّ الشَّارِبِ، وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ،
وَنَتْفُ الْآبَاطِ). [ر: ٥٥٥٠]
Terjemahan dan Penjelasan: Dari
Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu
'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Perkara fitrah itu ada lima:
khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut
bulu ketiak." (HR. Al-Bukhari). Hadits ini menjadi landasan
universal syariat tentang kebersihan dan kesucian tubuh yang mencakup laki-laki
dan perempuan.
KESIMPULAN AKHIR
Berdasarkan
tinjauan fiqih empat madzhab dan kaidah Ahlussunnah wal Jama'ah, rangkuman
hukum adalah sebagai berikut:
1. Perbedaan Pendapat 4
Madzhab:
o Madzhab Syafi'i: Wajib bagi laki-laki dan perempuan.
o Madzhab Maliki: Sunnah (mandub)
bagi perempuan.
o Madzhab Hanafi &
Hanbali: Sunnah bagi
laki-laki, dan sebuah bentuk kemuliaan/penghormatan (makrumah) bagi perempuan.
2. Bukan Praktik Mutilasi
(Bukan FGM): Khitan perempuan
dalam Islam (khifādh)
secara teknis fiqih hanyalah memotong sedikit bagian kulit yang menutupi bagian
atas klitoris (adna juz'in
min al-jildah allati fi a'la al-farj), bukan memotong organ intim
secara berlebihan atau merusaknya.
3. Kaidah Medis &
Keamanan: Pelaksanaan khitan
perempuan wajib mengedepankan prinsip keselamatan (lā dharara wa lā dhirār), dilakukan secara
steril dan higienis oleh tenaga medis profesional yang memahami anatomi
kewanitaan, serta tidak boleh menimbulkan trauma fisik maupun psikologis bagi
anak.
Wallahu
a'lam bish-shawab.
